Skip to content

Thalibcode

Be MVP with Deep Learning and Mindful Life

Menu
  • Beranda
  • About
  • About Me
  • Muslim
  • Valuable
  • Professional
Menu

Adab Sebelum Ilmu

Posted on November 17, 2025 by learner

Ketika kita bicara soal belajar, seringkali yang terbayang adalah buku-buku tebal, ceramah panjang, atau rumus-rumus njelimet. Kita sibuk mengejar nilai tinggi, IPK cemerlang, atau gelar mentereng. Tapi, pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya, “Apa sih yang lebih penting dari sekadar isi kepala yang penuh ilmu?” Ternyata, dalam kacamata Islam, ada satu hal yang posisinya jauh lebih mulia dan harus kita dahulukan sebelum ilmu itu sendiri: adab. Ya, etika, sopan santun, atau akhlak mulia. Ini bukan cuma pajangan, lho, tapi pondasi kokoh yang menentukan keberkahan dan kebermanfaatan ilmu yang kita cari.

Mengapa Adab Itu Utama?

Mungkin kita bertanya-tanya, kenapa sih adab sampai segitunya? Begini analoginya: ilmu itu ibarat air. Nah, adab itu wadahnya. Kalau wadahnya retak, kotor, atau bahkan tidak ada sama sekali, air sebersih apa pun pasti akan tumpah, tercemar, atau tidak bisa menampung banyak. Begitu pula ilmu. Ilmu yang banyak tanpa adab yang baik bisa jadi bumerang, malah membuat kita sombong, angkuh, atau seenaknya sendiri.

Para ulama salaf kita, yaitu generasi terbaik umat ini, sangat paham betul konsep ini. Mereka tidak main-main dalam urusan adab. Sampai-sampai, Imam Malik bin Anas, seorang ulama besar dan guru dari Imam Syafii, pernah berpesan kepada seorang pemuda Quraisy, “Pelajarilah adab sebelum kamu mempelajari ilmu.” Pesan ini bukan isapan jempol, tapi nyata diamalkan. Abdullah bin Mubarak, ulama terkemuka lainnya, bahkan mengatakan, “Kami mempelajari adab selama 30 tahun dan kami mempelajari ilmu selama 20 tahun.” Bayangkan! Waktu untuk belajar adab lebih banyak daripada waktu belajar ilmunya. Ini menunjukkan betapa seriusnya mereka dalam membangun karakter dan mental yang benar sebelum mengisi kepala.

Dalil-dalil dari Nabi Muhammad ﷺ juga banyak yang menguatkan pentingnya akhlak dan adab. Salah satunya yang sangat terkenal:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad, disahihkan oleh Al-Albani)

Hadis ini jelas menunjukkan bahwa misi utama diutusnya Rasulullah ﷺ adalah untuk menyempurnakan akhlak. Ilmu adalah jalan, dan akhlak adalah tujuannya. Ilmu tanpa akhlak mulia ibarat pohon tanpa buah, tidak ada manfaatnya.

Adab Itu Apa Saja?

Adab itu luas cakupannya. Mulai dari adab kepada Allah (seperti ikhlas dalam menuntut ilmu, tidak sombong), adab kepada Rasulullah ﷺ (dengan mengikuti sunahnya), adab kepada Al-Qur’an (membacanya dengan tartil dan merenungi maknanya), adab kepada orang tua, adab kepada guru, adab kepada teman belajar, bahkan adab kepada diri sendiri.

Adab kepada guru misalnya, sangat ditekankan. Bagaimana kita mendengarkan penjelasan guru dengan seksama, tidak memotong pembicaraan, bertanya dengan sopan, atau mengamalkan nasihat beliau. Pernah dengar kisah para ulama yang rela berjalan jauh, berhari-hari hanya untuk mendengar satu hadis dari gurunya? Itu semua adalah bentuk adab, menghargai ilmu dan sumbernya. Mereka yakin, keberkahan ilmu itu salah satunya datang dari ridha guru.

Jangan Sampai Ilmu Kita Jadi Fitan (Ujian)!

Tanpa adab, ilmu bisa jadi ujian bahkan bencana. Berapa banyak kita lihat orang berilmu tinggi tapi bicaranya kasar, merendahkan orang lain, atau gampang menyalahkan? Atau, ada yang ilmunya banyak tapi malah jadi sombong dan merasa paling benar sendiri? Nah, ini adalah tanda-tanda ilmu yang kurang berkah karena pondasi adabnya rapuh. Ilmu yang seharusnya mendekatkan kita kepada Allah dan sesama, malah bisa menjauhkan.

Sebaliknya, ilmu yang dibarengi adab akan membuat kita semakin tawadhu (rendah hati), semakin cinta kebaikan, semakin ingin berbagi manfaat, dan semakin berhati-hati dalam bertindak. Orang yang berilmu dan beradab adalah orang yang paling dicintai Allah dan manusia.

Jadi, di tengah gempuran informasi dan tuntutan prestasi akademis, mari kita renungkan kembali. Apakah kita sudah mendahulukan adab dalam proses belajar kita? Sudahkah kita membiasakan diri bersikap sopan, rendah hati, menghargai sesama, dan ikhlas dalam menuntut ilmu? Ingatlah, ilmu yang benar itu bukan hanya tentang apa yang ada di kepala, tapi juga tentang bagaimana kita membawa diri dan memanfaatkan ilmu itu untuk kebaikan. Mari bersama-sama membangun karakter yang mulia, karena dengan adab, ilmu kita akan menjadi cahaya yang menerangi jalan, bukan bara api yang membakar diri dan lingkungan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Pengenalan Machine Learning
  • Adab Sebelum Ilmu
  • Memuliakan Ilmu Agama

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • November 2025

Categories

  • Machine Learning
  • Muslim
  • Valuable
© 2025 Thalibcode | Powered by Superbs Personal Blog theme